PASURUAN – Pondok Pesantren Assholach Kejeron kembali menyelenggarakan pengajian rutin alumni yang bertepatan dengan Ahad Pon, 5 Juli 2026. Bertempat di Teras Dalem, kegiatan ini dihadiri oleh para alumni dari berbagai angkatan dengan semangat tholabul ilmi yang tinggi.
Dalam kajian yang disampaikan oleh Gus Luthfil Hakim, pembahasan utama difokuskan pada pentingnya menjaga fitrah diri dan etika dalam berkehidupan, khususnya terkait larangan tasyabbuh (menyerupai lawan jenis). Dijelaskan bahwa setiap muslim harus teguh menjaga identitasnya sesuai dengan syariat, baik dari sisi pakaian, perilaku, maupun tutur kata. Lingkungan keluarga ditekankan sebagai benteng pertama dalam mendidik karakter anak agar tetap berada di jalur yang benar.
Salah satu poin penting dalam pengajian ini adalah kisah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Kisah ini menjadi pengingat bagi para jemaah akan pentingnya kedalaman ilmu agama. Dengan ilmu yang kokoh, seorang muslim akan mampu membedakan antara petunjuk sejati dan godaan yang menyesatkan, bahkan dalam situasi yang tampak luar biasa sekalipun.

Gus Luthfi juga menyoroti tanggung jawab besar orang tua terhadap masa depan pendidikan anak. Beliau mengutip hadis yang menegaskan bahwa dosa besar bagi orang tua yang membiarkan anaknya dalam kebodohan (ketidaktahuan akan agama). Oleh karena itu, lingkungan pesantren seringkali menjadi pilihan utama bagi orang tua untuk memastikan akhlak dan akidah anak terjaga dengan baik.
Lebih lanjut, dibahas pula ciri-ciri keluarga bahagia yang diidamkan, di antaranya:
- Menjaga Kehormatan: Menghindari sifat dayus, yaitu sikap abai atau tidak memiliki rasa cemburu/peduli terhadap kehormatan dan pergaulan keluarga.
- Keadilan bagi Anak: Larangan keras untuk membeda-bedakan atau membanding-bandingkan anak, karena hal ini dapat merusak mental dan kerukunan antarsaudara.
- Kerukunan Suami-Istri: Menjaga keharmonisan rumah tangga dengan saling menutup aib, merasa cukup (marem) dengan pasangan, dan selalu menjaga komunikasi yang baik. Bahkan, kesabaran dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dinilai sebagai ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT.
Pengajian ini ditutup dengan doa bersama, seraya berharap agar ilmu yang didapatkan menjadi berkah bagi kehidupan alumni dan keluarga masing-masing. Agenda rutin Ahad Pon ini diharapkan terus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman agama bagi keluarga besar Pondok Pesantren Assholach Kejeron.






