Dalam suasana penuh kekeluargaan yang menyejukkan, kegiatan Ngaji Teras Ndalem kembali diselenggarakan dengan khidmat Ahad 31 Mei 2026. Acara yang telah menjadi agenda rutin ini diikuti dengan antusias oleh seluruh santri, wali santri, serta alumni, menciptakan jalinan silaturahmi yang hangat di lingkungan Pondok Pesantren Assholach Kejeron.
Kegiatan kali ini diasuh oleh Gus Luthfil Hakim, M.Pd sebagai pengisi kajian utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga keikhlasan dan istiqomah dalam menuntut ilmu serta menjalani kehidupan sehari-hari sebagai hamba Allah SWT.
Gus Luthfil Hakim memberikan penekanan khusus bahwa keberkahan dalam menuntut ilmu tidak hanya terletak pada kecerdasan intelektual, melainkan pada kebersihan hati dan kedalaman penghormatan (takzim) kepada guru. Beliau menjelaskan bahwa ilmu yang manfaat adalah ilmu yang disertai dengan adab, karena adab adalah pondasi utama.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Luthfil Hakim memberikan nasihat yang menyentuh hati para santri, “Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah kalian hafal, namun merasa cukupkanlah diri dengan adab. Sebab, ilmu tanpa adab itu ibarat pohon tanpa buah, tidak akan membawa manfaat bagi siapapun yang ada di bawah naungannya.”
Selain itu, beliau mengajak jamaah untuk senantiasa melakukan muhasabah atau perbaikan niat. Beliau mengingatkan bahwa setiap langkah kaki santri menuju majelis ilmu harus diniatkan sebagai sarana ibadah. Gus Luthfil Hakim menekankan, “Setiap kali kalian melangkah ke majelis ini, niatkanlah bukan untuk mengejar gelar, melainkan untuk mencari rida Allah. Jika niatnya sudah lurus, maka Allah sendiri yang akan membukakan pintu kemudahan dalam setiap pemahaman ilmu yang sulit sekalipun.”
Beliau juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban belajar dengan hubungan sosial yang baik. Menurut beliau, seorang santri sejati tidak hanya diukur dari kepintarannya, tetapi dari bagaimana ia membawa manfaat bagi sekitarnya. Gus Luthfil Hakim menegaskan, “Jadilah santri yang tidak hanya pintar bicara, tetapi juga pintar dalam menebar kasih sayang kepada sesama. Agama ini besar karena perilaku pemeluknya yang santun dan penuh rasa persaudaraan.”

Sebagai penutup tausiyah, beliau berpesan agar santri tidak mudah berputus asa di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis. Beliau menutup dengan doa agar ilmu yang dipelajari menjadi cahaya bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat luas.
Ngaji Teras Ndalem bukan sekadar ajang penyampaian materi keagamaan, melainkan momentum penting untuk mempererat ikatan kekeluargaan. Kehadiran para wali santri dan alumni di tengah santri saat ini menunjukkan eratnya sinergi antara pihak. Momen ini menjadi ruang bagi santri untuk merasakan dukungan moril, sekaligus menjadi wadah bagi alumni untuk menyambung ikatan batin dengan pondok tercinta.
Semoga kegiatan ini dapat terus memberikan keberkahan bagi kita semua, serta menjadi pengingat agar kita tetap teguh dalam koridor ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.





