Yayasan Pondok Pesantren Assholach Kejeron sukses menyelenggarakan acara Wisuda Terpadu tahun ajaran 2025/2026 pada Minggu, 21 Juni 2026. Perhelatan akbar ini menjadi momen pelepasan bagi para santri jenjang pendidikan RA, MI, MTs, dan MA Assholach yang telah menyelesaikan masa studinya.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, perwakilan siswa menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dewan guru atas bimbingan yang diberikan selama menuntut ilmu.
Senada dengan hal tersebut, pihak yayasan dan pengawas dari Kementerian Agama memberikan motivasi agar para wisudawan tetap memegang teguh nilai-nilai pesantren di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Salah satu sorotan utama dalam wisuda kali ini adalah penampilan santri jenjang RA yang membacakan 20 hadis pilihan dan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menunjukkan keberhasilan pola pendidikan agama sejak usia dini.
Puncak penghargaan diberikan kepada siswa-siswi berprestasi dari setiap jenjang. Penghargaan diserahkan langsung oleh Manager KSPPS Tabassum Assholach Ustadz Ikhsan Habibi, S.Pd. Dalam momen yang sangat mengharukan, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Assholach, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., memberikan apresiasi khusus kepada Ananda Salsabila, siswi kelas 3 MA Assholach.
Salsabila berhasil meraih predikat sebagai wisudawan penghafal Al-Qur’an 30 juz. Tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, Salsabila juga mencatatkan prestasi akademik yang gemilang dengan keberhasilannya diterima di Universitas Brawijaya. Kemampuan hafalannya bahkan diuji secara langsung di hadapan para hadirin di atas panggung, sebagai bukti nyata kualitas pendidikan di MA Assholach.
Dalam sesi penutup, Gus Luthful Hakim, M.Pd., menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya akhlak, thalabul ilmi, dan mencari keberkahan dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu di pesantren adalah ibadah sepanjang hayat, selaras dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, utlubul ilma minal mahdi ilal lahdi (tuntutlah ilmu sejak dari ayunan hingga liang lahat).
“Pendidikan di pesantren sangat istimewa karena mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan pendalaman ilmu agama. Kita tidak hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga menanamkan karakter, kejujuran, kedisiplinan, dan yang utama adalah akhlakul karimah,” ujar beliau dalam pesan penutupnya.
Acara wisuda ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berjuang dalam menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua dan guru, serta menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.





