Jamiyah Istighfar

Rutinan Istighfar : Dekatkan Diri Pada Alloh
Minggu, 13 November 2022

Assholach Kejeron- Bertempat di halaman Pondok Pesantren Assholach Kejeron ribuan jamaah melaksanakan kegiatan rutinan setiap Ahad malam Senin Wage 13 November 2022 dengan membaca istighfar bersama. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan untuk menghapus dosa-dosa serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada AllAh SWT.

Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat yang diiringi oleh grup albanjari Pondok Pesantren Assholach Kejeron, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Istighfar yang dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Assholach Gus Luthfil Hakim bersama Gus Ali Fikri. Ribuan jami’yah mengikuti kegiatan Istigfar dengan penuh khidmat dan khusyuk.

Dalam ceramahnya, Gus Luthfi menjelaskan betapa beruntungnya orang-orang yang dekat dengan Allah. Orang kalau dekat dengan Allah dan Rasul, segala urusan hidupnya akan digampang. Beliau memberikan satu kisah orang yang dekat dengan Allah kepada jamaah. Pada tahun 2013 Gunung Papandayan di Provinsi Jawa barat hampir meletus. Sudah terjadi gempa gempa tektonik sehingga ditetapkan siaga I oleh BMKG. Habib Mundzir dan beberapa jamaah memohon izin kepada para petugas untuk naik ke puncak Papandayan.

Para petugas tidak memberi izin karena meskipun kondisi masih memungkinkan, tetapi bisa sangat berbahaya. Namun Habib Mundzir meminta izin sebentar saja untuk berdo’a di atas. Maka para petugas memberikan izin.

Sebagaimana penuturan saksi yang mengikuti beliau, di atas Papandayan habib Mundzir membaca Maulid, bertawasul dan melemparkan jubah beliau. Dengan izin Allah, gunung Papandayan pun mereda MasyaAllah.

Demikian pula ketika beliau masuk ke wilayah Beji Depok, yang terkenal dengan sihir dan dukun-dukun jahatnya, maka selesai acara Habib Munzir malam itu di keesokan harinya seorang dukun mendatangi panitia, ia berkata : “Saya ingin jumpa dengan tuan guru yang semalam buat maulid di sini..!”

Semua masyarakat kaget, karena dia dukun jahat dan tak pernah sholat dan tak mau dekat dengan ulama dan sangat ditakuti. Ketika ditanya kenapa, ia berkata : “Saya mempunyai 4 Jin khodam, semalam mereka lenyap, lalu subuh tadi saya lihat mereka (Jin-jin khodam itu) sudah pakai baju putih dan sorban, dan sudah masuk islam, ketika kutanya kenapa kalian masuk islam, dan jadi begini, maka jin jin ku berkata :

‘Apakah juragan tidak tahu? semalam ada Kanjeng Rasulullah hadir di acara Habib Munzir, kami masuk Islam!'”

Kisah tersebut Sebagai pelajaran bagi kita semua. Agar lebih meyakini kekuasaan Allah ta’ala. Mendekatkan diri padaNya dan memohon ampun atas dosa dosa kita. Agar kita memuliakan semua makhluk Allah hingga makhlukNya yang seolah tidak bernyawa.

Kemudian Gus Lutfil Hakim menceritakan satu kisah sebagai penutup dan mengingatkan kita bahwa apabila kita mencintai Nabi Muhammad SAW, maka harus cinta kepada Zdurriyath beliau yaitu anak cucu Nabi Muhammad.

Di dalam kitab Nashoihul Ibad, di kisahkan seorang wanita yang hidup bersama ketiga anaknya yang masih kecil, yang pada saat itu ia tidak mempunyai apa-apa untuk di buat memenuhi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya.

Kemudian ia berkeinginan untuk datang ke mufti yang ada saat itu guna meminta kebutuhan untuk dirinya dan anak-anaknya dengan mengaku bahwa dirinya Syarifah(habib perempuan). Akan tetapi, sang mufti bertanya ke perempuan tersebut manakah bukti kalau anda adalah seorang Syarifah?,Maka hati sang perempuan merasa gundah karena dirinya tidak bisa menunjukan bukti bahwa dirinya seorang Syarifah,dengan rasa kecewa dirinya pergi meninggalkan mufti tersebut.

Setelah kejadian tadi wanita itu pergi kerumah seorang yahudi bertujuan untuk meminta kebutuhan dirinya dan anak-anaknya, sikap dari orang yahudi sangat baik berbeda dengan mufti tadi. Orang yahudi memberikan semua apa yang wanita tersebut butuhkan bahkan memberinya lebih.

Malam pun datang dan mufti tidur dalam mimpinya ia melihat sebuah taman yang sangat indah dan gedung-gedung yang bagus dan melihat satu gedung yang lebih bagus dari pada yang lain, kemudian baginda Nabi datang dan memberi tahunya bahwa gedung tersebut milik ummatku, mufti tersebut bahwa dirinya merasa ia lah yang di maksud oleh Nabi lalu ia bertanya kepada Nabi apakah gedung itu milik ku Nabi beranggapan bahwa ia adalah ummatnya.

Tetapi Nabi bertanya kembali kepada mufti apa bukti bahwa dirimu adalah ummatku?, sang mufti terdiam ia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya adalah ummat beliau. hal itu balasan dari perbuatan dirinya kepada wanita yang merupakan Zdurriyath Nabi.

Terbangun dari tidurnya esok paginya ia mendatangi rumah yahudi untuk menemui Syarifah yang pernah ia temui dan guna untuk menolongya. Akan tetapi, itu tidak di perbolehkan oleh si yahudi. Mufti tersebut tetap bersih keras alhasil tetap saja tidak diperbolehkan oleh yahudi,dan si yahudi memberi tahu kepada mufti bahwa gedung yang ada dalam mimpinya adalah miliknya. Mufti sangat terkejut mendengar hal itu kini ia mengetahui bahwa si yahudi telah masuk islam dan ia sangat menyesali apa yang telah ia perbuat.

Kemudian acara istighfar ditutup dengan pembacaan tahlil dan do’a yang di pimpin oleh Gus Ali Fikri(pengasuh PP Assholach Kejeron).   

Bagikan artikel ini ke :