Madin Assholach

Haflah Akhirussanah, Gus Luthfi Harapkan Santri Jadi Soleh Solihah
Kamis, 7 Maret 2024

Pondok Pesantren Assholach Kejeron Bayeman Gondang Wetan menggelar Haflah Akhirussanah, wisuda TPQ dan Madrasah Diniyah Assholach serta pelepasan santri putra dan santri putri pada di halaman pondok setempat, Rabu, 6 Maret 2024.

Pada kesempatan acara yang diselenggarakan ini hadir langsung pengasuh pondok pesantren assholach, ketua Yayasan Assholach Kejeron, dewan guru Madin dan TPQ assholach, ketua LMY kecamatan Gondang wetan, KH.Muslim Ikrom Rembang Pasuruan, seluruh santri dan pengurus pesantren, serta para walisantri wisudawan Pesantren Assholach Kejeron.

Ketua Yayasan Assholach Kejeron Dr. Ahmad Adip Muhdi M.H.I menyampaikan tasyakur pendidikan Al-Qur’an ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT setelah para santri menyelesaikan pembelajaran Al-Quran dengan metode yanbu’a. Beliau berpesan kepada para santri agar kesempatan wisuda khotmil ini dijadikan sebagai titik tolak menuju tingkat yang lebih tinggi dalam mencapai tingkatan hafidz.

Kepala Madrasah Diniyah Assholach ustadz Muhammad Shoim hadir dalam acara tersebut menyampaikan pesan kepada walisantri bahwa, “Para santri yang berada di Ponpes Assholach ini tidak hanya dibimbing ilmu formal dan ilmu agama saja, tetapi juga diajarkan ilmu kemasyarakatan. Bagaimana beretika dalam lingkup masyarakat dan berperan aktif dalam bermasyarakat.”

Sebanyak 31 santri putra yang akan diprosesi sebagai wisudan syahadah santri TPQ assholach dan 11 santri putra yang akan diprosesi sebagai wisudawan syahadah guru TPQ assholach, Kemudian 13 santri kelas 6 Ula dan 9 santri kelas 3 wustho Madin putra yang akan diprosesi sebagai wisudan Ponpes Assholach.

Ketua LMY kecamatan Gondang Wetan ustadz Rahmat Taufiq menyampaikan pesan kepada para santri, agar selalu mudarosah ilmu ilmu yang sudah dipelajari di TPQ Yanbu’a dan mengamalkannya disetiap ketika membaca ayat ayat suci Al Qur’an. Dan beliau berpesan kepada para ustadz yang mengajar di TPQ Assholach agar selalu giat mengajar kepada para santri yang ingin belajar tentang Al Qur’an.

Acara wisudawan pondok pesantren yang diselenggarakan ini dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama untuk wisudawan TPQ dan Madin santri putra pada Selasa,5 Maret 2024. Kemudian gelombang kedua untuk wisudawati TPQ dan Madin santri putri pada Rabu,6 Maret 2024.

Pengasuh Ponpes assholach Gus Lutfil Hakim juga menyampaikan pesan kepada para walisantri agar orang tua selalu mendoakan putra putrinya seng sedang menimba ilmu di pesantren agar sang anak menjadi anak yang sholih dan sholihah.

“Putra putri bapak ibu yang berada di pondok pesantren merupakan sebuah aset yang berharga untuk diakhirat nanti, di pesantren diajarkan ilmu agama yangmana dapat membentengi diri dari perbuatan yang mengarah pada kemaksiatan.

Karena hidup di zaman modern yang penuh tantangan memerlukan benteng kuat terutama tantangan dari bahaya dekadensi moral. Fenomena maraknya berbagai kasus criminal dan amoral yang terjadi disekitar kita pastinya membuat prihatin kita semua. Motivasi pelaku kriminal dan amoral tidak lain disebabkan lemahnya benteng iman. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi para orangtua menyerahkan anaknya ke pesantren. Dengan dipondokkannya seorang anak ke pesantren ini merupakan tindakan yang sudah benar, Pembiasaan dalam mengajarkan ilmu agama.”ujar beliau. (zakariya)

Bagikan artikel ini ke :