Kabar Berita

Kolaborasi Assholach-ISNU Pasuruan Targetkan Cetak 70 Judul Buku Karya Guru Melalui Workshop Menulis
Sabtu, 1 November 2025

Pondok Pesantren (Ponpes) Assholach Kejeron, Gondangwetan, berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pasuruan, bersama Penerbit Insan Mulia Publishing, menggelar Workshop Menulis Buku bagi Guru dan Dosen se-Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 November 2025, bertempat di Aula KH. Zainuddin gedung MA lt 3 Ponpes Assholach.

Workshop ini memiliki target ambisius, yakni diharapkan dapat mencetak sebanyak 70 judul buku karya dari guru-guru peserta yang berasal dari berbagai tingkatan, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA.

Acara dibuka secara resmi oleh sambutan dari Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., selaku Kepala Yayasan Pondok Pesantren Assholach. Beliau menyampaikan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan sekaligus penulis. Selain itu, Pengasuh Ponpes Assholach, KH. Luthfil Hakim, M.Pd., juga turut hadir dan memberikan semangat kepada para peserta.

Materi utama workshop disampaikan oleh Dr. Irsyadur Rofiq, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PC ISNU sekaligus Direktur Insan Mulia Publishing. Dalam presentasinya yang berjudul “TERNYATA MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU ITU MUDAH”, beliau memaparkan langkah-langkah praktis dalam menghasilkan sebuah karya tulis.

Dr. Irsyadur Rofiq menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat menulis di kalangan guru, menghasilkan draf buku ajar yang siap disunting dan diterbitkan, serta membantu peserta memahami langkah-langkah menulis dan menerbitkan buku ajar.

Menurut beliau, guru perlu menulis buku ajar karena beberapa alasan utama:

  • Menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan.
  • Membantu siswa belajar melalui pendekatan kontekstual.
  • Mendukung pengembangan profesional guru.
  • Memberi kontribusi nyata pada literasi pendidikan.

Materi yang disampaikan meliputi empat tahap utama, mulai dari Tahap 1: Persiapan Naskah (memilih topik dan membuat outline), Tahap 2: Proses Penulisan (mulai menulis dari bagian yang paling mudah dan konsisten), Tahap 3: Revisi dan Penyuntingan (membaca ulang dan meminta feedback), hingga Tahap 4: Penerbitan (mengirim naskah ke penerbit, seleksi, hingga mendapatkan ISBN dan hak cipta).

Di akhir sesi, Dr. Irsyadur Rofiq memberikan pesan motivasi yang mendalam, “Setiap guru memiliki cerita dan pengalaman berharga, jadikan itu inspirasi bagi generasi penerus”. Beliau menutup dengan penegasan, “Teruslah menulis, karena tulisan guru adalah jejak ilmu yang abadi”.

Dengan adanya kolaborasi dan workshop ini, diharapkan target 70 judul buku dapat tercapai, menjadikan guru-guru di lingkungan Pondok Pesantren Assholach dan Kabupaten Pasuruan semakin produktif dan profesional dalam bidang literasi.

Bagikan artikel ini ke :