Jamiyah Istighfar

Istighfar Merupakan Dongkrak Kehidupan
Selasa, 20 Desember 2022

Assholach Kejeron – rutinan istighfar masal yang dilakukan dalam sebulan sekali di Pondok Pesantren Assholach Kejeron, kali ini bertepatan pada Ahad 18 Desember 2022.

Tidak luput para rombongan jama’ah istighfar yang datang dari berbagai daerah hadir dalam Majelis Istighfar, di tambah lagi oleh para santri putra–putri Pondok Pesantren Assholach Kejeron ikut serta dalam meramaikan acara majlis istigfar tersebut.

Rutinitas kegiatan istighfar masal ini dilakukan guna memohon ampunan kepada Alloh SWT, Atas segala  dosa dan kesalahan yang telah kita kerjakan baik disengaja maupun tidak di sengaja. Dan juga kita dapat meningkatkan keimanan dan ketqwaan kita kepada Alloh SWT, disamping itu di dalam Majelis Istighfar ini kita bisa memperoleh ilmu yang diberikan dan kisah-kisah yang disampaikan sebagai memperluas pengetahuan dan memperbaiki prilaku-prilaku kita yang masih kurang baik.

Di dalam Majelis Istighfar tersebut beliau (Gus Lutfil Hakim) berkata bahwa “ Istighfar merupakan dongkrak kehidupan, yakni mendongkrak kehidupan kita semua menjadi ringan dan mudah. Dan istighfar ini dapat menjadi penyeimbang antara gerakan dhohir dan gerakan batin, karena usaha kita dalam sebuah kehidupan membutuhkan perjuangan dalam mencari kebutuhan yang kita perlukan semasa hidup seperti makan, minum, pakaian dan kebutuhan-kebutuhan yang lain. Dalam memperolehnya kita harus berusaha dengan cara bekerja, bekerja inilah yang di maksud dengan gerakan dhohir kita dalam kehidupan.

Gerakan batin juga kita harus lakukan, karena kita adalah hanya sebatas makhluk yang bisa berusaha saja dan Alloh sang kholik yang bisa menentukan segalanya. Caranya kita beristighfar memohon ampunan kepada Alloh SWT sebagai usaha batin sebagai penyeimbang antara usaha dhohir dan usaha batin, agar apa yang kita inginkan atau kita harapkan diringankan dan dimudahkan  oleh Alloh SWT.”

Kemudian beliau menyampaikan, apabila kalau ingin menjadi waliyulloh atau kekasih Alloh caranya yaitu memperoleh ridho orangtua. Dan kalau kita sudah mendapatkan ridho sang orang tua maka insya Alloh kita bisa mendapatkan surganya Alloh SWT.

Dan beliau juga mengisahkan sebuah cerita mengenai orang tua yang masuk surga karena anak permepuannya taat kepada suaminya. Pada suatu saat ketika sang anak sangat ingin bertemu orang tuanya yang tengah sakit. Akan tetapi, suami memperingatkan kalau dirinya tidak boleh keluar dari ruangan atau kamarnya pada saat keluar, Sedangkan sang istri sangat mengkhawatirkan keadaan ayahnya yang sedang sakit dan dirinya tidak berani keluar dari tempatnya karena ia tidak mendapat ridho dari sang suami.

Setelah itu ia mendengar kabar kalau ayahnya yang sakit sudah meninggal, tetapi ia tetap tidak berani menemui jenazah ayanhya karena ia tidak dapat ridho sang suami. Kemudian ia mengetahui bahwa ayahnya meninggal mendapatkan rahmat Alloh SWT yakni surganya Alloh SWT karena ketaatan sang anak pada suaminya.

Bagikan artikel ini ke :