Pada hari Ahad tanggal 21 bulan Agustus tahun 2022, Di halaman PP Assholach Kejeron. Sekitar Lima ribu orang yang menghadiri acara haul Mu’assis pondok pesantren bumi Istighfar Assholach Kejeron, Romo KH Zainuddin ke-35, KH Muzayyin ke-3,Ibu Nyai Hj Masyri’ah ke-43, Ibu Nyai Hj Muchayyah ke-32, Al-Mutakhorijin Al-Mutaqoddimin.Guna tabarrukan (mencari berkah) kepada beliau.
Pembacaan sholawatan yang di iringi oleh seni hadrah al banjari, Sebagai pembuka acara haul akbar. Kemudian pembacaan Bersama kalimat-kalimat istighfar yang di pandu oleh pengasuh PP Assholach(Gus Lutfil Khakim) , Dan ilmu beliau yang di sampaikan kepada para orang-orang yang hadir dalam acara haul akbar.
Sedikit pesan yang beliau sampaikan yaitu “Tentang pentingnya taat kepada seorang guru”. Beliau menceritakan sosok ulama’ yang terkenal dan masyhur yaitu Imam Al Buwaiti murid dari Imam Syafi’i, bahwa beliau (Buwaiti) dahulunya seorang santri yang sangat sulit untuk memahami pelajaran bahkan untuk menghafal beliau baca sampai berulang-ulang tetap saja tidak hafal sampai-sampai orang yang di sampingnya menjadi hafal karena beliau baca berulang-ulang.
Akan tetapi, Beliau tetap mendengarkan dan taat apa yang telah guru beliau ajarkan kepada beliau. DikKemudian hari Ketika guru beliau(Imam Syafi’i) sedang berdo’a teringat akan muridnya yaitu Buwaiti, lalu beliau mendoakan muridnya kepada Alloh SWT, Agar muridnya di buka hatinya agar dapat menjadi orang mulia.
Dengan ridho sang guru Al Buwati kemudian menjadi santri yang hebat dan terkenal akan ke’alimannya.
Setelah Gus Lutfil Hakim memandu bacaan-bacaan kalimat-kalimat istighfar dan menyampaikan setetes ilmunya. Acara dilanjutkan dengan sambutan yang di wakili oleh Kyai Mas Syuhada’ sebagai ahli keluarga Muassis PP Assholach kejeron.
Beliau menyampaikan permohonan maaf dan terimakasih kepada orang-orang yang telah datang dan membantu acara haul akbar PP Assholach Kejeron. Di lanjut oleh sambutan romo kyai Nurul Huda yang tengah hadir dalam acara haul akbar muasis PP Assholach bumi istighfar Kejeron.
“Orang-orang yang menghauli seorang ulama, maka orang tersebut mendaftar menjadi anggota rombongan ulama di akhirat nanti. Karena seorang ulama, merupakan salah satu dari tiga orang yang dapat memberikan pertolongan esok di hari kiamat nanti” ungkapnya

Ada beberapa yang bisa memberikan pertolongan diakhirat nanti pertama ialah para Anbiya’(nabi-nabi), kedua yaitu para ulama dan ketiga para Syuhada’.
Mauidhoh hasanah terakhir dari romo kyai Nukman, yang juga hadir dalam acara haul akbar muassis PP Assholach Kejeron. Beliau mengisahkan seorang santri sang sangat taat kepada sang guru.
Santri yang setiap harinya mengaji dan mengabdi kepada sang guru, pada suatu saat ketika ia sudah pulang dan bekerja ia mendapati suatu masalah dan menceritakan kepada sang guru.
Ketika telah menerima gaji dari pekerjaan yang ia lakukan selalu tidak cukup, setiap mendapat gaji ia menerima sebesar enam dinar.
Akan tetapi,pada hari ke dua puluh uangnya selalu habis dan tidak sampai selama satu bulan, lalu ia menceritakan akan hal yang menimpa dirinya kepada sang gurunya.
Kemudian gurunya memberi saran agar ia berkata kepada si juragan untuk mengurangi gajinya selama dua dinar, ia pun menerimanya dengan berat hati, tetapi ia tetap melakukan apa yang di minta dari gurunya karena dari sang guru.
Kemudian santri itupun merasa keberatan dengan gajinya yang kini menjadi empat dinar bahkan tidak sampai tanggal dua puluh uangnya sudah habis, ia berniat akan mendatangi sang gurunya lagi untuk menceritakan yang di alaminya.
Setelah meceritakan kepada sang guru, gurunya pun memberi saran agar gajinya diminta untuk dikurangi lagi dua dinar kepadanya.
Dengan hati yang terpaksa ia melakukan apa yang gurunya minta, maka gajinya pun menjadi dua dinar setiap bulannya. Setelah kejadian itu sang santripun tidak pernah datang Kembali lagi kepada gurunya, hal itu membuat penasaran seorang khodam sang kyiai dan bertanya kepada sang kyai tersebut tentang keadaan santri yang biasanya datang sowan ke gurunya.
Sang gurupun menganggap kalau santrinya mungkin sudah sukses,lalu beliau menyuruh khodam tersebut pergi ke pasar.
Sesampainya di pasar si khodam melihat santri biasanya yang pergi ke gurunya, akan tetapi penampilanya lebih mewah dari pada biasanya, si khodam bertanya kepada si santri kenapa tidak pernah sowan lagi dan sekarang penampilannya lebih baik.
Santri menjelaskan kalau dirinya sekarang menjadi orang yang sukses dan banyak mempunyai toko, lalu ia tidak pernah sowan lagi karena sudah tidak sempat lagi. Si khadam penasaran apa yang membuatnya kini menjadi sukses dan santri itupun tidak tahu apa yang membuatnya menjadi sukses, Santri itupun berkeinginan sowan Kembali kepada sang guru dan ingin menanyakan apa yang telah membuatnya sukses.
Gurunya pun memberitahu bahwa di saat si santri bekerja banyak kecurangan yang ia lakukan di saat waktu bekerja ,dan gajinya tidak pantas dengan apa yang telah ia lakukan. Dan gaji yang pantas baginya ialah dua dinar maka uang dua dinar itu menjadi gaji yang sesuai dan berkah untuk dirinya dan menjadikannya sukses, di samping itu ia taat kepada sang guru meskipun tidak sesuai dengan keinginnannya.
Semoga dengan kita ikut memperingati haul muassis ini, kita bisa mendapatkan barokah dari beliau. Dan dikumpulkan di surga bersama beliau. Amiin





