Kabar Berita

Momen Khidmat Wisuda Santri Assholach: Mencetak Generasi Beradab dan Berilmu
Kamis, 12 Februari 2026

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren Assholach Kejeron pada Rabu (11/02). Ribuan pasang mata menjadi saksi keberhasilan para santri dalam menuntaskan jenjang pendidikan mereka pada acara Prosesi Wisuda Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ Assholach Metode Yanbu’a.

Acara tahunan ini diikuti oleh seluruh santri putra, jajaran dewan guru Madin, serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Assholach. Wisuda kali ini terasa spesial karena mencakup berbagai jenjang sekaligus, mulai dari tingkat Ula, Wustho, hingga Ulya, serta wisuda Syahadah Santri dan Syahadah Guru untuk TPQ metode Yanbu’a.

Gema sholawat dari grup Hadrah Santri Assholach membuka acara dengan penuh keberkahan. Prosesi dilanjutkan dengan khataman dari santri TPQ dan pembacaan Nadhom Imriti secara kolosal oleh santri kelas 6 wisudawan Madin Ula yang memukau para hadirin.

Dalam sambutannya, Kepala Madin Ustad Muhammad Shoim, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para santri. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I. Beliau menekankan bahwa Assholach berkomitmen penuh mendukung integrasi kurikulum.

“Di Assholach, sistem pembelajaran Madin dan formal berjalan beriringan. Kami memastikan keduanya seimbang, tidak ada yang berat sebelah, agar santri unggul di bidang agama maupun umum,” tegas Dr. Ahmad Adip.

Sebagai bentuk motivasi, pihak yayasan memberikan penghargaan bagi para “Bintang Kelas”. Puncak apresiasi diberikan kepada M. Baihaqi, yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik jenjang Ulya. Atas prestasinya tersebut, ia berhak menerima hadiah tunai sebesar Rp500.000 yang diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan.

Acara inti ditutup dengan Kalimat Tasyakur dan wejangan dari Pengasuh Pondok Pesantren Assholach, Gus Luthfil Hakim, M.Pd. Beliau menekankan betapa tingginya derajat orang yang menuntut ilmu agama.

“Orang tua harus bersyukur memiliki anak seorang santri. Belajar satu ayat ilmu saja, pahalanya setara dengan shalat seratus rakaat. Siapa yang belajar satu bab ilmu, pahalanya laksana shalat seribu rakaat,” pesan Gus Luthfil memotivasi para wali santri dan wisudawan.

Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh beliau, memohon agar ilmu yang didapat para santri menjadi ilmu yang barokah dan manfaat bagi masyarakat luas.