KEJERON – Yayasan Pondok Pesantren Assholach menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Guru dan Tata Usaha (TU) yang melibatkan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya. Acara ini dihadiri oleh para staf pengajar dan TU dari RA Assholach Kejeron, MI Assholach, MTs Assholach Kejeron, dan MA Assholach Gondangwetan. Pembinaan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan koordinasi antar lembaga, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para santri.
Acara dibuka dengan sambutan dari Gus Luthfil Hakim, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Assholach Kejeron. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi para santri. “Guru harus berwibawa dan mampu memberikan teladan yang baik,” ujarnya, menyoroti bahwa karakter santri banyak dibentuk oleh figur guru di sekolah.
Gus Luthfil juga menyoroti pentingnya semangat belajar yang tak pernah padam bagi seorang guru. Beliau mendorong para guru untuk terus mengasah kemampuan dan mengembangkan diri. “Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya, sembari menyampaikan harapannya agar para guru bisa membuat modul ajar sendiri. Modul ajar ini nantinya akan dibukukan dan digunakan sebagai bahan ajar utama bagi para santri.
Lebih lanjut, Gus Luthfil menyampaikan sebuah pesan mendalam dari para ulama. Beliau menuturkan, “ciri orang cerdas adalah terus belajar.” Sebaliknya, ketika seseorang merasa sudah pintar dan berhenti belajar, pada saat itulah ia telah jatuh dalam kebodohan. Pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta pembinaan untuk senantiasa rendah hati dan haus akan ilmu.

Setelah sesi dari Gus Luthfil, acara dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Yayasan, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I. Beliau memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh guru yang hadir. Beliau mengapresiasi dedikasi dan pengabdian para pendidik yang telah berjuang keras dalam mendidik generasi penerus.
Dalam sambutannya, Dr. Ahmad Adip Muhdi mengingatkan para guru untuk tidak hanya fokus pada materi pelajaran, tetapi juga menanamkan semangat pantang menyerah pada diri anak didik. “Guru harus selalu semangat dan menyemangati anak didiknya,” tegasnya. Menurutnya, semangat merupakan kunci utama dalam mencapai keberhasilan, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembinaan ini menjadi momen berharga bagi seluruh staf pendidik dan TU untuk menyatukan visi dan misi. Koordinasi yang kuat antar lembaga diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang terpadu dan sistem pendidikan yang lebih efektif. Selain itu, tali silaturahmi yang terjalin semakin erat diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan kolaboratif.
Para guru dan TU menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan suntikan semangat baru untuk kembali mengajar dengan penuh dedikasi. Pesan-pesan yang disampaikan oleh Gus Luthfil dan Dr. Ahmad Adip Muhdi memberikan inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri demi kemajuan pendidikan di Yayasan Pondok Pesantren Assholach.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Pondok Pesantren Assholach menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan akhlak mulia. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, memegang peran krusial dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Pembinaan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk mengimplementasikan pesan-pesan yang telah disampaikan. Semoga semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus belajar ini dapat terus menyala, sehingga Yayasan Pondok Pesantren Assholach dapat terus mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing.





