Pondok Pesantren Assholach Kejeron Gondangwetan Pasuruan menggelar haul ke 5 Al Marhum Masyayikh Pondok Pesantren Assholach Romo Kyai Ach. Muzayyin yang dilaksanakan di komplek asrama Pesantren, pada Rabu, 27 Maret 2024.
Peringatan haul Masyayikh Romo Kyai Ach. Muzayyin zain atau yang lebih dikenal dengan Kyai Sae wafat pada bulan Ramadan tahun 1439 Hijriah atau 2019 Masehi. Para santri dan Alumni juga berantusias hadir dalam acara haul sehingga membuat lingkungan Pondok Pesantren menjadi padat ditambah oleh wali santri dan ribuan jama’ah majlis istighfar yang ikut hadir hingga membuat lingkungan Pesantren semakin ramai dan padat berdesak-desakan.
Peringatan acara haul diawali dengan pembacaan tahlil setelah sholat ashar di Pondok Pesantren, kemudian setelah sholat isya berjama’ah dan disambung dengan sholat tarawih bersama dengan dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Assholach kejeron Gus Lutfil Hakim.
Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan istighfar bersama dengan para jama’ah hadir dalam peringatan haul Masyayikh Romo Kyiai Muzayyin.
Dalam majlis istighfar Beliau Gus Lutfil Hakim memaparkan sosok Alm Kyai Muzayyin yang merupakan kyai yang memperjuangkan dakwah mengajarkan tuntunan syariat dan aqidah sebagai bekal kita dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat sebagaimana ajaran dan keteladanan yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW.
Gus Lutfil Hakim juga menyampaikan bahwa peringatan haul Romo Kyai muzayyin ini bertepatan pada malam Nuzulul Qur’an atau yang sering disebut malam turunnya Al Qur’an yang memiliki keutamaan dan keistimewaan salah satunya yaitu para malaikat turun ke bumi pada malam ini untuk memberikan doa kepada setiap orang yang beribadah.
“sangat bertepatan sekali kita dalam malam ini disebuah majlis istighfar kita memohon ampunan kepada Alloh SWT atas salah dan dosa yang telah kita lakukan dan juga memperingati haul Masyayikh Romo kyai Muzayyin kita mengharapkan keberkahan dan memetik suri tauladan beliau bersamaan dengan malam Nuzulul Qur’an”

Beliau juga menyampaikan kepada para jama’ah agar dimalam yang mulia ini agar memperbanyak amal amal baik, memperbanyak berdzikir kepada Alloh SWT, dan memperbanyak membaca Al Qur’an untuk memuliakan malam yang sangat istimewa ini bagi orang islam.
“pada bulan Ramadhan ini kita jangan sampai menyia-nyiakan pahala yang Alloh siapkan kepada kita sebagai orang Islam yang begitu besar bahkan dilipatkan oleh Alloh SWT, karena disalah satu malam bulan Ramadhan ini terdapat malam yang begitu mulia yang lebih baik dari pada seribu bulan atau yang sering disebut dengan malam Lailatul Qadar”
Gus Lutfil hakim juga menegaskan bahwa di Pondok Pesantren para santri setiap harinya diharuskan membaca Al Qur’an setiap hari minimal satu juz, hal ini dilakukan sebagai pembiasaan kepada para santri agar istiqomah membaca Al Qur’an.
“Di Pondok Pesantren Assholach ini juga sudah kita siapkan Tahfidzul Qur’an yang nantinya akan mencetak generasi generasi penghafal Al Qur’an, hal ini kita lakukan agar santri santri Assholach Kejeron tidak hanya menjadi Ahli kitab kuning juga menjadi Ahli Al Qur’an.”
KH Nurul Huda dari Keboncandi juga memberikan sambutan pada acara haul tersebut, beliau merupakan orang terdekat dengan Alm Kyai Muzayyin, menjelaskan sosok Alm Romo Kyai Muzayyin ketika semasa hidupnya.
“Romo Kyai Muzayyin merupakan orang yang sangat dirindukan oleh kalangan masyarakat baik masyarakat atas maupun bawah, karena akhlak mulia beliau yang membuat hati masyarakat menjadi senang, karena seringnya beliau mengucapkan kata Sae sae sae yang artinya bagus bagus beliau mendapatkan julukan Kyai Sae oleh masyarakat dengan kesaean akhlak beliau dan perkataan beliau.”





