Kabar Berita

Ponpes Assholach Gelar Peringatan Maulid Nabi, Tekankan Pentingnya Cinta dan Akhlak Rasulullah
Sabtu, 13 September 2025

Pondok Pesantren Assholach Kejeron hari ini 13 September 2025, menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh seluruh santri dari berbagai tingkatan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah naungan Yayasan Assholach.

Acara diawali dengan lantunan shalawat merdu dari tim hadrah Pondok Pesantren Assholach, menambah kekhusyukan suasana. Selanjutnya, Ketua Yayasan Assholach, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., memberikan sambutan yang menyentuh. Beliau mengingatkan hadirin tentang ayat Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 185 yang berbunyi, “Wamal Hayatuddunya Illa Mataul Ghurur,” yang artinya “Dunia hanyalah kesenangan yang menipu.”

Dr. Ahmad Adip Muhdi menekankan agar setiap individu tidak terperdaya oleh kesenangan duniawi yang bisa menjerumuskan pada perbuatan yang tidak disukai Allah. “Jangan sampai karena ingin meraih kekayaan, jabatan, atau pujian, kita menghalalkan segala cara,” pesannya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah (hikmah maulid) dari pengasuh Pondok Pesantren Assholach, Gus Luthfil Hakim. Gus Luthfil bercerita tentang pentingnya menumbuhkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW melalui peringatan maulid.

Beliau menyoroti akhlak mulia Rasulullah yang paling menonjol, yaitu sifat pemaaf dan kemampuannya menahan amarah. Gus Luthfil menjelaskan, Rasulullah tidak pernah menyimpan dendam meskipun dihina, dicaci, dicemooh, bahkan hendak dibunuh. Beliau selalu membalas kejahatan dengan doa dan maaf. “Sifat inilah yang membuat beliau tidak pernah menyimpan dendam, bahkan kepada orang-orang kafir yang memusuhinya,” jelas Gus Luthfil.

Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assholach ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para santri untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, serta lebih bijak dalam menyikapi godaan dan kesenangan duniawi.