Jamiyah Istighfar

Penutupan Istighfar “Cintai Dulu!, Kemudian Dicintai”
Minggu, 13 Maret 2022

Assholach Kejeron – Ahad 13 Maret 2022, Bertepatan di Pondok Pesantren Assholach Kejeron dengan seluruh para santri dan para jamaah yang hadir, serempak berikhtiar meminta ampunan pada Allah dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Assholach Kejeron Gus Luthfil Hakim.

Dengan membaca kalimat istighfar yang diyakini dapat mendatangkan rahmat, ridho dan ampunan dari Allah Yang Maha Pengampun dosa-dosa umatnya.

Beberapa kalimat istighfar dilantunkan dengan penuh hidmah, sehingga membuat suasana penuh ketenangan. Disela-sela pembacaan istighfar diikuti dengan mauidoh hasanah dari pengasuh. “Cinta yang mengumpulkan kita semua”. Begitulah beliau mengawalinya. Mencintai itu mudah yang sulit itu dicintai, mengakui cinta itu gampang yang sulit itu mendapat pengakuan cinta.

Beliau menjelaskan bahwa cinta merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita. Tetapi dalam hal mencintai kita tidak boleh salah sasaran. Karena akhir dari cinta itulah kita bisa melihat apakah kita dalam keadaan benar maupun salah.

Gus Luthfil bertanya pada jamaah yang hadir “siapakah seseorang yang sangat mencintai terhadap diri kita? Orang tua? Kekasih? Atau orang kesayangan kita? Jawaban yang paling tepat ialah ternyata diri kita sendiri.

Memang benar diri kita sendiri lah yang sebenarnya sangat mencintai diri kita. Apabila sakit kita minum obat, apabila kita lapar maka diri kita akan tergerak untuk makan. Itu merupakan tanda diri kita sangat peduli dan cinta pada diri kita sendiri

Akan tetapi kalah dengan cintanya Rasulullah kepada kita semua sebagai umatnya. Beliau rela berkorban demi mecintai umatnya. Dan yakinlah diri kita itu dicintai oleh Rasulullah, karena dengan adanya beliaulah kita bisa berada dalam kehidupan yang baik. Beliau mengajarkan arti sebuah persaudaraan dan arti menyambung silaturahmi serta tolong menolong sesama manusia.

Sungguh mulialah akhlak beliau. Maka sepatutnya kita sebagai umatnya untuk selalu teguh melaksanakan sunnahnya sebagai bukti bahwa kita juga benar-benar mencintai beliau. Semoga kita jamaah istighfar selalu dicintai oleh nabi hingga akhir kiamat nanti. Amiin

Bagikan artikel ini ke :