Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren Assholach pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H. Acara yang digelar pada Selasa, 24 September 2024 ini dihadiri oleh seluruh santri, pengurus, serta dewan asatidz semua lembaga.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengangkat tema “Rasulullah, Teladan Utama bagi Seluruh Umat.”. Tema ini dipilih dengan harapan dapat menginspirasi seluruh jamaah untuk semakin meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Acara diawali dengan lantunan surah Al-Fatihah yang dibaca bersama-sama oleh semua yang hadir. Dilanjutkan dengan pembacaan shalawat nabi yang dipimpin oleh Grup Hadrah Albanjari santri putra dengan suara merdu. Shalawat yang dilantunkan bersama-sama membuat suasana semakin khusyuk dan haru.
Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I selaku Ketua Yayasan Assholach yang memberikan sambutan pada acara ini menyampaikan tausiyah yang sangat menggugah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan, khususnya nikmat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengingatkan kepada santri pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai suri tauladan bagi umat manusia.
Pengasuh Pondok Pesantren Assholach Gus Luthfil Hakim menyampaikan kalimat taujihad kepada jamaah, bahwa tanda cinta sesorang adalah selalu menuruti perintah orang dicintai. Termasuk dalam mencintai Rasulullah. Seyogyanya kita selalu taat dan patuh terhadap perintah Nabi dan menjauhi segala yang dilarangnya.
Salah satunya ialah taat terhadap orang tua kita. Taat kepada orang tua merupakan sebuah bentuk ketakwaan umat Islam kepada Allah SWT dan RasulNya.
Dikisahkan ada seorang ahli ibadah bernama Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Ia merupakan seorang ahli ibadah dan juga seorang ulama besar yang dihormati. Akan tetapi, nama Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh justru tercatat di lembaran kitab di Lauhul Mahfudz sebagai salah satu orang yang masuk dalam deretan calon penghuni neraka. Malaikat yang mengetahui ketetapan Allah SWT itu kemudian meminta izin untuk menemui Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh di bumi.
Atas izin Allah SWT, malaikat tersebut kemudian mendatangi Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh untuk melihat kesehariannya. Agar tidak diketahui, maka malaikat tersebut menyamars sebagai seorang musafir. Malaikat kemudian mendatangi rumah Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh lalu meminta izin untuk ikut bermalam. Selama tiga hari tiga malam, malaikat tersebut kemudian memperhatikan keseharian sang ahli ibadah tersebut.
Malaikat justru melihat Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh tak sekalipun melakukan kesalahan dalam ibadahnya kepada Allah SWT. Karena sudah puas melihat keseharian Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh, ia kemudian pamit untuk izin pulang di hari ketiga.
Saat berpamitan, Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh bertanya kepada malaikat. Ia curiga kepada malaikat yang telah menyamar sebagai seorang musafir. “Tuan, sebenarnya tuan ini dari golongan jin atau malaikat? karena makanan dan minuman yang saya hidangkan tidak tuan makan. Mustahil jika manusia tidaj makan selama Tiga hari tiga malam,” kata Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Sang malaikat pun akhirnya menjawab, “Aku dari golongan malaikat.”

Mendengar jawaban itu, Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh merasa bersyukur karena kehadiran tamu spesial dari Allah SWT. Ia kemudian bertanya kembali mengenai maksud dan ada kabar apa sehingga sang malaikat berkunjung menemuinya.
Sang malaikat pun akhirnya menjawab jika menyampaikan dua kabar sekaligus untuk Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. “Ada dua kabar, satu kabar baik dan satu kabar tidak baik. Kabar baiknya adalah tuan adalah seorang ahli ibadah dan kabar tidak baiknya adalah tuan tercatat sebagai penghuni neraka,” kata malaikat.
Malaikat pun kaget dengan pernyataan dari Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh yang namanya telah tercata menjadi penghuni neraka. Sebab, Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh justru mengucapkan hamdallah atas ketetapan Allah SWT untuknya. “Alhamdulillah, jika itu adalah kehendakMu aku terima ya Allah, aku ridha,” ucap Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh.
Malaikat pun semakin heran dan kemudian berpamitan untuk kembali ke Lauhul Mahfudz untuk menghadap Allah SWT lalu menceritakan keseharian Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Sesampainya di Lauhul Mahfudz, Allah SWT telah merubah ketetapannya. Sehingga nama Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh masuk dalam calon penghuni surga. Tak lama kemudian, malaikat kembali menemui Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Malaikat memberitahukan kabar jika namanya telah untuk menjadi salah satu calon penghuni surga.
Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh pun bersyukur. Sebab, ibadah yang selama ini ia lakukan betul-betul diniatkan hanya untuk Allah SWT. Maka, bagaiamanapun nanti Allah SWT akan menempatkannya baik di surga maupun neraka, itu hanya Allah yang memiliki kuasa dan itulah tujuannya.
Malaikat pun semakin takjub dengan keikhlasan hati dan keridhaan yang dimiliki Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh pun kemudian bertanya kepada malaikat, mengapa namanya akhirnya dirubah oleh Allah menjadi calon penghuni neraka. Menurut malaikat, Allah merubah namanya menjadi penghuni neraka tak lain karena keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah SWT.
“Lalu apa yang menyebabkan saya sebelumnya menjadi ahli neraka? Dosa apa yang saya perbuat,” tanya Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh. Menurut malaikat, Allah sempat murka kepada Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh saat ia masih berumur 15 tahun. Dimana saat itu, ia berpura-pura tidur saat ibunya akan menyuruhnya pergi ke pasar.
“Masih ingatkah engkau ketika tidur di kamarmu, kemudian engkau mendengar suara langkah kaki ibumu menuju tempat tidurmu untuk menyuruhmu memebeli sesuatu di pasar?”
“Karena engkau mendengar langkah kaki ibumu menuju kamarmu, lalu engkau pura-pura masih tertidur, padahal engkau sudah terbangun agar engkau tidak disuruh pergi ke pasar,” kata malaikat.
bu Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh yang melihat dirinya masih tertidur kemudian merasa kasihan dan urung membangunkannya. “Sebab engkau bohongi ibumu membuat Allah murka dan menjadikan namamu sebagai calon penghuni neraka,” kata malaikat.
Mendengar cerita dari malaikat itu, kemudian Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Semenjak itu, sisa hidup Syekh Abdul Aziz Ad dabbagh digunakan untuk melakukan ceramah dengan mengingatkan agar umat Islam senantiasa berbakti kepada orang tua untuk mendapatkan karunia Allah.
Peringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assholach ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh santri terutama dalam hal menghormati orang tua. Semoga kita semua dapat meneladani akhlak Rasulullah SAW dengan belajar bersungguh-sungguh di pesantren.
Pondok Pesantren Assholach berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif seperti ini guna memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di kalangan santri.





