Jamiyah Istighfar

Hanya Untuk Allah
Senin, 1 Agustus 2022

       Ponpes Assholach Kejeron, pada hari ahad tanggal 31 bulan juli tahun 2022, kini kian ramai kembali dengan hadirnya para jam’iyyah istighfar kejeron dari berbagai daerah yang datang untuk mencapai satu tujuan yang sama yaitu mengharapkan rahmat, ridho, dan pengampunan dari alllah SWT, karena kita sebagai makhluk tidak berdaya tanpa pertolongan sang kholiq, sebab hanya kepadanya kita menyembah, dan hanya kepadanya kita meminta pertolongan.

        Malam yang penuh kebahagiaan, keharmonisan, dan ketentraman di isi oleh seni hadroh AL-BANJARI pondok pesantren assholach, bermacam macam lagu yang di bawakan dengan suara yang merdu membuat para hadirin menjadi tersentuh hatinya.

        Kemudian ayat-ayat istighfar bergema mengisi seluruh penjuru wilayah ponpes assholach kejeron, dengan penuh khusu’ dan khidmad guna mengharapkan pengampunan dari allah SWT, atas dasar-dasar yang telah di lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja.

        Setetes ilmu yang beliau sampaikan yaitu pengasuh PP ASSHOLACH KEJERON (Gus Lutfil Hakim spd.i) kepada hadirin jam’iyyah istighfar tentang mengutamakan allah SWT, kisah yang beliau kisahkan kepada para hadirin sebagai contoh yang dapat kita teladani.

        Kisah syekh hamid al-afaf, beliau seorang petani kecil yang mempunyai ladang gandum yang mana hasil ladang tersebut sebagai sumber utama makanan bagi keluarga, setiap tahun sekali beliau memanen gandum untuk di jadikan bahan makanan sehari hari.

       Pada suatu saat beliau di uji untuk memilih keputusan yang sangat berat, yaitu ketika beliau tengah mengantri untuk menggiling gandumnya, ternyata pada hari itu ladang beliau sudah saatnya untuk di airi agar tidak kering, apabilakering maka beliau akan gagal panen selama setahun, dan pada saat itu keledai beliau hilang, juga pada saat waktu yang sama bertepatan pada hari jum’at yang akan di selenggarakan sholat jum’at.

        Beliau di paksa untuk memilih keputusan yang masing-masing mempunyai resiko yang berat, dan akhirnya beliau memutuskan untuk memilih sholat jum’at dengan alasan bahwa semua yang ada di dunia ini allah yang ngatur jadi saya kok bingng milih yang lain, dan akhirnya beliau mengerjakan sholat jum’at dan meninggalkan yang lain.

       Setelah menunaikan sholat jum’at, beliau penasaran kemudian ingin melihat ladangnya  yang tidak di airi, ketika sampai beliau terkejut karna melihat ladangnya yang sudah penuh dengan air, lalu beliau meneruskan perjalanan pulang ke rumah.

       Setelah sampai di depan rumahnya beliau terkejut karna mencium aroma roti yang enak, lalu melihat keledainya sudah ada kembali, beliau pun bertanya kepada sang istri, sang istri memberi tau semua hal yang terjadi.

       Di saat sang suami sholat jum’at ada seseorang yang datang ke rumah dengan membawa se karung gandum yang sudah di giling dan karung tersebut milik syekh hamid al-afaf, dan setelahnya sang istri melihat keledai yang tengah di kejar harimau dan keledainya lari ke dalam kandang yang berada di sebelah rumahnya, dan pada saat itu pula ada seseorang yang menunggu giliran mulai dari pagi sampai sholat jum’at untuk mengairi ladangnya sampai-sampai orang tersebut tertidur, sehingga orang tersebut tidak merasakan bahwa ada lubang di ladangnya yang menyebabkan air masuk ke dalam ladang syekh hamid al-afaf.

       Dari kisah tersebut dapat di simpulkan bahwa segala urusan dunia jika di sandarkan kepada allah SWT, akan menjadi lancar karena semua di dunia ini milik allah SWT, dan allah berkehendak atas segala yang ia kehendaki.kita sebagai makhluk tidak bisa berbuat apa-apa tanpa pertolongan allah SWT yang maha kuasa.

       Oleh karena itu semua segala urusan kita sandarkan kepada allah  agar berjalan dengan lancar dan allah meridhoi atas segala yang kita lakukan, semoga allah meridhoi dan menerima amal ibadah kita.

Bagikan artikel ini ke :