Kabar Berita

Assholach Dominasi Lomba Baris Berbaris, Tegaskan Piala Bukan Tujuan Utama Melainkan Pengabdian pada Bangsa
Sabtu, 23 Agustus 2025

Yayasan Pondok Pesantren Assholach kembali mengukir prestasi luar biasa dalam ajang Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat kabupaten/kota dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Dengan mengirimkan 14 pleton terbaiknya, kontingen Assholach berhasil memborong sejumlah piala, meneruskan tradisi juara yang telah melekat di pondok ini selama bertahun-tahun. Kemenangan ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan buah dari latihan keras dan kedisiplinan yang tinggi.

Prestasi yang diraih mencakup berbagai tingkatan, menunjukkan meratanya kualitas dan kedisiplinan di seluruh lini pendidikan Assholach.

  • Tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah)
    • MI Assholach Pleton 1 (Putra) berhasil meraih Juara 1.
    • MI Assholach Pleton 2 (Putri) juga sukses menjadi Juara 1.
  • Tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah)
    • Pleton Rajawali berhasil meraih Juara 1.
    • Pleton Garuda mendapatkan Juara 2.
    • Pleton Bima berhasil meraih Juara Harapan 1.
  • Tingkat MA (Madrasah Aliyah)
    • Pleton 1 berhasil menjadi Juara 1.
    • Pleton 5 meraih Juara 3.
    • Pleton 3 mendapatkan Juara Harapan 1.
    • Pleton 2 meraih Juara Harapan 2.
    • Pleton 4 berhasil meraih Juara Harapan 3.
  • Tingkat Madin (Madrasah Diniyah)
    • Madin Assholach berhasil meraih Juara 3.
  • Tingkat Umum
    • Tim Koperasi Tabassum Assholach berhasil menjadi Juara 1.
    • Pondok Pesantren Assholach berhasil meraih Juara Harapan 1.

Ketua Yayasan Ponpes Assholach, Dr. Ahmad Adip Muhdi, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan hasil yang diraih para santri dan alumni. Kemenangan ini bukan hanya sekadar piala, tetapi juga cerminan dari kedisiplinan dan semangat juang yang tinggi, yang menjadi bagian dari pendidikan di Assholach,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa tujuan utama keikutsertaan Assholach bukanlah semata-mata untuk mengumpulkan piala, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam memeriahkan hari kemerdekaan. “Kami ikut serta untuk menunjukkan rasa cinta tanah air, dan untuk mengambil bagian dalam perayaan kemerdekaan. Piala adalah bonus dari kerja keras, bukan tujuan utama,” tegasnya.

Rasa bangga juga disampaikan oleh Pengasuh Pondok, Gus Luthfil Hakim. Beliau menjelaskan bahwa partisipasi dalam LBB ini adalah bagian dari pendidikan karakter. “Seringkali kami menjadi bahan omongan karena selalu juara. Kami ingin sampaikan, ini semua karena kedisiplinan yang telah tertanam.

Di Assholach, kami tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga melatih santri untuk memiliki mental juara melalui kedisiplinan. Inilah yang menjadi fondasi prestasi kami,” tuturnya. Latihan keras yang dilakukan hingga larut malam adalah bukti nyata dari dedikasi dan semangat yang luar biasa dari para santri dan pembimbing.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Assholach tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan cinta tanah air. Lomba ini mengajarkan banyak hal, mulai dari kekompakan, kerja sama, hingga nasionalisme. Melalui baris berbaris, santri belajar tentang pentingnya mengikuti aturan dan bergerak serentak demi satu tujuan.

Keberhasilan Assholach dalam ajang LBB ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan yang memadukan ilmu, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme dapat menghasilkan prestasi luar biasa.

Dengan demikian, Yayasan Pondok Pesantren Assholach tidak hanya mencetak santri yang berilmu, tetapi juga generasi yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air. Mereka telah membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga dengan prestasi yang diraih melalui kerja keras dan disiplin yang tinggi.