Menjelang bulan Ramadhan yang ke-17, Pondok pesantren Assholach Kejeron memperingati haul Muassis al Marhum al Maghfurlah KH Achmad Muzayyin Zein yang ke-4 (7/04/2023). Peringatan haul merupakan peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan utama untuk mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima oleh Alloh SWT.
Para Ulama menyatakan, Peringatan haul tidak dilarang oleh agama, Bahkan dianjurkan. Ibnu Hajar dalam Fatawa al-Kubra Juz II hal 18 menjelaskan, para sahabat dan ulama tidak ada yang melarang peringatan haul sepanjang tidak ada yang meratapi mayyit atau ahli kubur sambal menangis. Peringatan haul sedianya diisi dengan menuturkan biografi orang-orang yang alim dan saleh guna mendorong orang lain untuk meniru perbuatan mereka.
Tradisi haul diadakan berdasarkan hadist Rasullulloh SAW. Diriwayatkan: Rasullulloh berziarah ke makam Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dalam perang uhud dan makam keluarga Baqi’. Beliau mengucap salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telahmereka kerjakan.(HR. Muslim).
Acara ini merupakan sebuah wadah untuk mengenang beliau lebih dalam, Sebagai bukti cinta kita kepada beliau hadir dalam majlis haul KH. Achmad Muzayyin. “Kita semua akan bersama dengan orang yang dicintai di Dunia Kelak di Akhirat nanti” kata Pengasuh PP Assholach Kejeron Gus Lutfil Hakim.
Yang berpegang teguh dengan hadist Rasullulloh SAW “anta maaman ahbabta”. Disaat rasullulloh tengah berkhutbah kepada para sahabat, berdirilah seorang badui lalu bertanya kepada Rasullulloh “kapankah Kiamat itu wahai Rosullulloh” beliau tidak menjawab pertanyaan orang tersebut hingga ketiga kalinya. Kemudian beliau bertanya “apa yang kamu persiapkan pada hari Kiamat nanti”, “Semua amal ibadahku biasa-biasa saja Rasullulloh. Akan tetapi, yang aku andalkan pada hari Kiamat nanti yaitu hubbulloh wa hubburrosullillahi SAW” kata orang Badui. “Anta maaman ahbabta” jawab Rasullulloh SAW. Yakni kita semua akan bersama dengan orang yang di cintai di Dunia kelak di Akhirat nanti.
Pada saat membuka acara ini, Gus Lutfil Hakim mengatakan, Bilamana kita semua ingin selamat dunia akhirat maka kita wajib cinta kepada wali-wali Alloh, Meniru dan meneladani tingkahlaku mereka. Rabiatul Adawiyah pernah ditanya oleh seseorang “Apakah kamu membenci kepada Iblis”, “Seluruh ruang hatiku hanya untuk Alloh dan Rasullulloh sehingga tidak ada ruang benci kepada siapapun” kata Robiatul Adawiyah.
“Cinta tidak membutuhkan kata-kata, Cukup satu kedipan mata, Pertemuan ini karena kita cinta pada wali-wali Alloh SWT” kata KH Malik Sanusi. Banyak ulama menyebutkan pengertian mengenai mahabbah atau cinta Nabi Muhammad SAW, Diantaranya seperti yang dijelaskan oleh beliau Gus Lutfil Hakim yaitu mencintai anak turun atau dzurriyah Rasulluloh SAW.
“Kenapa kita harus mencintai Ulama?, karena kita semua tidak tahu di Akhirat nanti bagaimana jalan menuju surga, Dengan bersama Ulama-ulama yang kita cintai, Kita bisa mengetahui jalan menuju surga.”kata Gus Lutfil Hakim. Dan semoga kita semua bisa selamat di Dunia dan di Akhirat dengan mencintai seorang kekasih Alloh SWT KH Achmad Muzayyin.





